Tidak pandai hati ku menutupi.
Dia ingin selalu menatap mu.
Kejauhan, ingin rasanya ku memiliki.
Meskipun hatimu sudah di miliki, tapi itu bukan aku.
Kukira hanya sekedar bunga, tapi ternyata memiliki duri.
hampir saja tangan ku tertusuk, hingga aku lupa diri.
Rapuh dan mati rasaku.
Harapan berganti kecewa seketika.
Semuanya begitu singkat.
Tidak ku sangka, suka berganti luka.
Hina rasanya menyukai mu dalam diam.
biar ku tulis saja dalam bentuk sajak.
meskipun kau tidak sadar.
harapan itu masih ada.
senyum mu telah membuat ku mati.
ceria mu membuatku ramai.
aku hilang diri.
aku lupa diri.
No comments:
Post a Comment