Nelangsa rupanya dirimu.
Tidak ku sangka caraku menyakiti.
hatiku tak tahu di ketuk pintu.
maaf bukan niat menghindar diri.
Aku sudah kepunyaan orang.
Bukan berarti lakuan mu harus berubah.
Hatimu membuktikan hanya peduli untuk rasa yang kau beri gelang.
Aku sudah paham, yang kamu maksud bukanlah yang utuh.
Satu kalimat membuat mu patah.
itu bukan aku, tapi harapan mu.
cinta adalah proses, penuh rasa bukan resah.
Bukan salahku jika tidak membuka pintu.
Terlalu cepat sajak itu terbang dan menghantam.
Aku di hina dan ditikam.
Tanpa kau sadar, aku bukan perempuan yang suka mendua yang muda percaya.
lelaki seperti mu, benar seperti buaya.
Kata indah berubah jadi maki.
kata ramai kau kata sunyi.
Jangan bersandiwara, hanya karena kau menyukai.
kata sundal bukan lah kehidupan, hanya karena aku telah di miliki.
No comments:
Post a Comment