Tuesday, January 4, 2022

Penjara di rumah sendiri

Bangsatnya, kemiskinan menjadi tawanan yang kekal. yang pintar, pendidikannya di bayarkan agar bungkam dan tidak bernyali. suara yang lantang hanya di ruang-ruang diskusi, tidak sampai di telinga penguasa. kekesalan dan amarah terlontar di pinggir jalan, setelahnya tidak ada lagi kabar. berita-berita di rumahku saling menutupi hingga terlupakan. omong kosong benar adanya. tahun-tahun berganti, toga di kepala menjadi kebanggan hingga lupa diri dan tugas sebenarnya. kini, harga diri lebih penting dari pada kemanusiaan itu sendiri. bayaran tidak cukup, adalah pekerjaan yang melelahkan. idealis, kini sudah mati sejak lama.  lari dari tekanan, dan tanggung jawab sudah menjadi biasa-biasa saja, bahkan saling mendukung untuk tidak ikut campur. konyol katanya, mati di medang tempur tidak lebih terhormat di banding menjilat sana sini. rumahku, ruang diskusi itu sudah rubuh. rumahku di kepalaku terpenjara karena ketakutan. rumahku di tutup paksa karena aturan. maju sendiri adalah bunuh diri di antara pejuang yang mengatas namakan kakanda.

Risman Handayani, Des 2021.

No comments:

Post a Comment